Connect with us

Resmikan Klinik Kemasan,Begini Pesan Bupati Luwu Utara Untuk Pelaku UMKM

Published

on

KITASULSELβ€”-𝐋𝐔𝐖𝐔 𝐔𝐓𝐀𝐑𝐀,- Industri Kecil Menengah (IKM) di Luwu Utara tidak perlu lagi bingung terkait kemasan produknya, kini Luwu Utara telah memiliki Klinik Kemasan, selain memperoduksi kemasan, Masyarakat juga bisa berkonsultasi untuk membuat kemasan yang menarik.

Klinik Kemasan ini telah diresmikan langsung oleh Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani ditandai dengan pengguntingan pita, Klinik Kemasan ini sebagai wadah pelaku usaha untuk konsultasi terkait label dan kemasan produknya.

Dengan adanya Klinik ini diharapkan nantinya kemasan yang digunakan oleh pelaku usaha, akan lebih baik dan menarik, begitupun dengan label yang sudah sesuai standar label pangan olahan, sehingga mempunyai daya saing dan dapat masuk dalam ritel modern dan pangsa pasar yang lebih luas.

“Soal produk, soal rasa kita tidak kalah dengan produk-produk dari Daerah lain. Hanya saja kita memang masih perlu banyak berbenah di kemasan, agar produk kita bisa lebih menarik dan diminati,” kata Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, usai meresmikan Klinik Kemasan di Kelurahan Baliase, Kecamatan Masamba. Jumat (30/12/2022)

Kemasan memiliki peranan penting pada produk, selain sebagai proteksi atau bungkusan produk, kemasan juga sebagai media promosi dan informasi, sehingga akan meningkatkan mutu, tampilan, nilai jual dan daya saing produk IKM.

“Sekalipun produk kita mutunya tinggi, rasanya enak tapi saat dipasarkan dengan kemasan seadanya, yakin saja pasti produk kita tidak akan dilirik konsumen. Tapi produk yang berkualitas dan didukung kemasan yang bagus pasti akan laris,” jelas ibu dua anak itu.

Indah mengimbau kepada masyarakat, terutama pelaku usaha UMKM, atau IKM untuk benar benar memanfaatkan Klinik Kemasan ini. ” Sekali Pemerintah Kabupaten Luwu Utara saya juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada BANK Sulselbar, karena adanya Klinik ini berkat bantuan atau CSR dari Bank Sulselbar,” tutur Bupati Perempuan Pertama di Sulsel Itu.

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Brigjen TNI Rudi Setiawan Evaluasi Program MBG di Sidrap, Tekankan Transparansi dan Sinergi Daerah

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP – Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rudi Setiawan, memberikan pengarahan dan evaluasi langsung kepada koordinator wilayah, yayasan, serta mitra MBG di Ballroom Hotel Grand Sidny, Rabu (25/2/2026).

Peserta kegiatan berasal dari Satuan Pelayanan Gizi dan yayasan di Sidenreng Rappang, Parepare, Soppeng, Barru, Enrekang, Pinrang, dan Wajo.

Dalam arahannya, Brigjen Rudi menekankan pentingnya pengawasan ketat, peningkatan kualitas pengelolaan, transparansi, serta kepatuhan terhadap standar operasional agar program berjalan tepat sasaran.

β€œYayasan dan mitra harus menjadi lebih baik. Evaluasi ini menjadi momentum memperbaiki sistem kerja, meningkatkan transparansi, serta memastikan program berjalan sesuai standar dan tepat sasaran,” tegasnya.

Ia juga berharap seluruh koordinator wilayah, yayasan, dan mitra memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna memastikan keberlanjutan program.

β€œKita ingin Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Kolaborasi, kedisiplinan, dan komitmen menjadi kunci utama,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif, berharap melalui kegiatan tersebut pelaksanaan MBG semakin optimal, profesional, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan gizi anak dan penguatan ekonomi lokal.

Ia menyoroti dampak positif program terhadap perputaran ekonomi daerah. Sebagai salah satu sentra produksi beras, telur, dan daging ayam di Sulawesi Selatan, Sidrap dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung kebutuhan bahan baku MBG.

β€œMBG juga berdampak pada perputaran ekonomi di Sidrap. Kami persilakan yayasan MBG yang membutuhkan bahan seperti beras, telur, dan ayam pedaging untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah atau langsung dengan para peternak,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kepala Dinas Kesehatan Sidrap Ishak Kenre, Kabag Perekonomian Haris Alimin, serta jajaran tim pemantauan dan pengawasan MBG.

Continue Reading

Trending